Rasa itu terkadang mampir untuk sekedar menyesakkan,,
Rasa itu terkadang hadir
untuk memberi ingatan akan Luka yang belum sembuh benar
Rasa itu begitu daLam mengukir sedih, hingga sepi
Aku tLah melepasmu untuk baHagia dengannya..
Tak dapatkah kau meLepasku,
menyembuhkan perihku yang terasa miris
Lepaskanlah aku dengan lambaian yang tak mampu terangkat
Jika bahagia yang kau inginkan..
Bahagialah dengannya
Kebahagiaan tanpa senyumku..
Kebahagiaan tanpa candaku..
Kebahagiaan tanpa manjaku..
Namun,, Jika kebahagiaan yang saat ini kau pinta
adaLah diriku.. senyumku.. candaku.. dan manjaku
Kebahagiaan itu telah sirna
terbenam seiring terbenamnya senja hari itu
Kebahagiaan itu teLah berLari jauh..
Kebahagiaan itu telah luluh,, tertutupi luka
Luka yang kau toreh dengan hatimu..!
안녕하세요...
Apapun yang teLah kau aLami adaLah Tahapan daLam hidupmu.. Berhenti dan terus melangKah adaLah PILIHAN..! Bahagia, Luka, Harapan akan menjadi bagian dari MasaLalu dan Masa depanmu.. TerusLah MelangKah! Jangan Terpuruk! BangkitLah..Sepahit apapun KeNyataan yang Kau hadapi...
aBouT mE
- NymouztLy
- seorang yang sederhana, hidup dalam kesederhanaan dan selalu berbagi kebahagiaan... Senyumlah hari ini!! ^^
Sabtu, 01 Maret 2014
Senin, 24 Februari 2014
Doa Sederhana
Peluklah mimpi kita..
Teruskan dalam setiap doa yang akan diaminkan oleh seluruh penghuni semesta..
Tak perlu seikat mawar.. ataupun sebungkus cokelat yang kau persiapkan untuk hariku.. karena bagiku.. bersamamu melalui hari adalah hari kasih sayang..
Perhatian dan ketulusanmu adalah hadiah terbaik yang kau berikan untukku..
Untukmu.. yang sedang menunggu detakan jantung yang berlari..
Untukmu.. yang menunggu ikatan abadi..
Hanya ungkapan kata sederhana ini yang mampu kuberikan..
Untukmu.. hanya untuk seseorang dalam dimensi takdirku..
Dimensi Rindu.. Dimensi Takdir
Konstelasi mimpi dalam Galaksi Cinta
Menepi.. menjauh dari jiwa yang merindu..
Jiwa yang menanti sebuah hati untuk bersanding..
Malam ini,,
Cukupkanlah harapan kita untuk menembus dimensi waktu
Dimensi tempat jiwa-jiwa yang merindu bersanding
Menemukan pemilik hati yang selama ini bukanlah milik mereka
Cukupkan harapan kita untuk menuangkan rasa sepi
yang memenuhi palung hati hingga kosong..
Mengisinya dengan doa hingga tertumpah ruah..
Malaikat senantiasa akan meng"amin"kan setiap rasa
yang kita titipkan pada helaan nafas ketika menyebut namaNya
Malam ini..
Biarlah jiwa-jiwa yang merindu itu memenuhi Galaksi Cinta
Karena rinduku dan rindumu akan menembus dimensi waktu..
Doaku dan Doamu senantiasa menyatu disetiap denyut nadi..
setiap detakan jantung.. sepanjang aliran darah
Galaksi Cinta terlalu sesak,
dipenuhi keluhan jiwa dari perindu pemalas..
Jiwa yang tak mampu mencoba untuk menembus dimensi rindu dan cinta
Untuk menemukan belahann jiwanya
Jiwa yang tak mampu mencuri dimensi waktu
untuk sekedar melepas rasa rindu
kepada seseorang yang belum hadir dalam dimensi takdir
Biarlah jiwa itu terus merana.. terus sepi.. dan terus merindu!
Biarkan jiwa kita bertemu
dalam harapan penuh di dimenci rindu dan cinta..
hingga rindu ini melebur dalam Dimensi Takdir
Menepi.. menjauh dari jiwa yang merindu..
Jiwa yang menanti sebuah hati untuk bersanding..
Malam ini,,
Cukupkanlah harapan kita untuk menembus dimensi waktu
Dimensi tempat jiwa-jiwa yang merindu bersanding
Menemukan pemilik hati yang selama ini bukanlah milik mereka
Cukupkan harapan kita untuk menuangkan rasa sepi
yang memenuhi palung hati hingga kosong..
Mengisinya dengan doa hingga tertumpah ruah..
Malaikat senantiasa akan meng"amin"kan setiap rasa
yang kita titipkan pada helaan nafas ketika menyebut namaNya
Malam ini..Biarlah jiwa-jiwa yang merindu itu memenuhi Galaksi Cinta
Karena rinduku dan rindumu akan menembus dimensi waktu..
Doaku dan Doamu senantiasa menyatu disetiap denyut nadi..
setiap detakan jantung.. sepanjang aliran darah
Galaksi Cinta terlalu sesak,
dipenuhi keluhan jiwa dari perindu pemalas..
Jiwa yang tak mampu mencoba untuk menembus dimensi rindu dan cinta
Untuk menemukan belahann jiwanya
Jiwa yang tak mampu mencuri dimensi waktu
untuk sekedar melepas rasa rindu
kepada seseorang yang belum hadir dalam dimensi takdir
Biarlah jiwa itu terus merana.. terus sepi.. dan terus merindu!
Biarkan jiwa kita bertemu
dalam harapan penuh di dimenci rindu dan cinta..
hingga rindu ini melebur dalam Dimensi Takdir
Ketika Asa tak Lagi Terasa
Sandarkan bahumu walau sejenak
Pejamkan matamu,, dan rasakan debaran jantung yang selama ini kau tak acuhkan
Peluklah mimpimu..
Lepaskan segala bebanmu
Lepaskan segala gundah yang berkecamuk memenuhi rongga jiwamu..
Biarkan angin membawa segala penyesalan dan kekesalanmu
Rasakan..Rasakan belaian angin menyentuh jiwamu
Belaian asa yang perlahan memanjakanmu.
menggelayut mesara pada setiap senti ragamu..
Rasakan semangat yang selama ini tak lagi kau titipkan pada setiap doamu..
setiap helaan nafasmu.. setiap denyutan nadimu..
Rasakan kembali semilir angin kesejukan
yang membawa sejuta harapan positif untukmu melanjutkan hari
Rasakan aliran tenaga yang kembali membuncah dan memenuhi setiap sudut hati..
Tetaplah tenang..
Biarkan hatimu..jiwamu.. dan ragamu terdamaikan oleh sentuhan lembuh angin
dan hangatnya mentari..
Bahagialah!
Obati semua rasamu..
Hingga malam tak lagi membuatmu terjaga
dan pagi menyambut senyummu
Kamis, 30 Januari 2014
PergiLah..
Tak ada lagi kata yang mampu mewakili kecewaku..
Tak ada lagi kata yang mampu mewakili
betapa tak mampunya diriku untuk mengucap meski sekedar namamu..
Kata maaf sejuta kalipun tak mampu lagi kuterima..
Bahkan tong sampah itu sudah penuh sesak oleh kata maaf yang tak pernah tulus darimu..
Aku tak seSempurna Tuhan yang mampu memaafkan hambaNya
Aku tak seAgung Tuhan yang akan memberi kesempatan berkali-kali, meski terkhianati..
Hatiku bukan tempat permainan katamu
Bukan tempat untuk bersembunyi dari masalahmu
Bukan tempat rehabilitasi hatimu..
Sudah cukup!
Cukup toleransi hati yang kutahan,,
yang kupendam hingga saat ini..
Pergilah!
Pergi ke hati yang dapat meladeni permainan hatimu..
Pergilah ke hati yang mampu mentoleransi segalanya..
Pergilah ke hati yang juga mampu untuk sekedar bermain dan menyakiti..
Hatiku sudah rapuh,
Sangat rapuh,, Bahkan meski hanya untuk sekedar bertahan..
Pergilah..!
Kelak, akan kau temukan akhir dari refleksi hatimu saat ini..!
SepenggaL Waktu
Rasa ini,, mungkin hanya sebuah kenangan atau masa depan yang menerobos kekinianku
Rasa ini mungkin hanya sepenggal waktu yang memaksaku untuk percaya..
Rasa ini,, telah menjadi sepenggal kisah yang tak mampu kuusir.. tak mampu kulepaskan.. dan tak mampu kulupakan..
Bayangannya semakin menggeliyat di pikiranku
merasuk begitu dalam di kalbuku
dan begitu nyata di mimpiku
Bayangnya begitu nyata,,
Degupan jantungnya begitu terasa..
dan suara samar yang semakin menggugah kepenasaranku..
Siapakah dikau?
Begitu banyak penggalan kisah dari masa laluku..
bahkan mimpiku terlalu banyak untuk kuurai..
Apakah kau penggalan masa laluku? atau dirimu bagian dari masa depanku?
Samar.. kau tersenyum
Menatapku lekat,, lalu menggenggam erat tanganku
Masih dalam samar kau seakan bersuara
Memberitahuku tanpa suara
Memberiku petunjuk tanpa kutahu dan kudengar
Masih dalam samar..
Masih dengan senyummu yang terlihat samar dalam bayang itu
Dan masih dengan genggaman yang begitu nyata
Sepenggal waktu yang entah kucuri dari dimensi waktu mana..
Sepenggal waktu yang mungkin kucuri dari segala mimpi masa depanku
Sepenggal waktu yang kupeluk
Sepenggal waktu yang tenang..
Sepenggal waktu denganmu,, dengan bayang tanpa nama,, bayang tanpa suara
Sepenggal waktu bersamamu.. bersama seseorang dari dimensi waktu yang tak terdeteksi
Seseorang.. yang padanya terdapat mimpi untuk nyata
Dan mimpi yang bukan lagi sepenggal waktu,, tetapi selamanya..
Rasa ini mungkin hanya sepenggal waktu yang memaksaku untuk percaya..
Rasa ini,, telah menjadi sepenggal kisah yang tak mampu kuusir.. tak mampu kulepaskan.. dan tak mampu kulupakan..
Bayangannya semakin menggeliyat di pikiranku
merasuk begitu dalam di kalbuku
dan begitu nyata di mimpiku
Bayangnya begitu nyata,,Degupan jantungnya begitu terasa..
dan suara samar yang semakin menggugah kepenasaranku..
Siapakah dikau?
Begitu banyak penggalan kisah dari masa laluku..
bahkan mimpiku terlalu banyak untuk kuurai..
Apakah kau penggalan masa laluku? atau dirimu bagian dari masa depanku?
Samar.. kau tersenyum
Menatapku lekat,, lalu menggenggam erat tanganku
Masih dalam samar kau seakan bersuara
Memberitahuku tanpa suara
Memberiku petunjuk tanpa kutahu dan kudengar
Masih dalam samar..
Masih dengan senyummu yang terlihat samar dalam bayang itu
Dan masih dengan genggaman yang begitu nyata
Sepenggal waktu yang entah kucuri dari dimensi waktu mana..
Sepenggal waktu yang mungkin kucuri dari segala mimpi masa depanku
Sepenggal waktu yang kupeluk
Sepenggal waktu yang tenang..
Sepenggal waktu denganmu,, dengan bayang tanpa nama,, bayang tanpa suara
Sepenggal waktu bersamamu.. bersama seseorang dari dimensi waktu yang tak terdeteksi
Seseorang.. yang padanya terdapat mimpi untuk nyata
Dan mimpi yang bukan lagi sepenggal waktu,, tetapi selamanya..
Kamis, 23 Januari 2014
Tahukah kau?!
Tahukah engkau,, siapa hati yang kau lukai..
Ketika seorang wanita yang tulus memberikan hatinya padamu..
dan kau balas dengan pengkhinatan?
Tahukah kau.. siapa yang kau sakiti..
Ketika seorang wanita yang setia menunggumu dengan sabar..
tapi kau balas dengan manyandingkan hatinya dengan hati wanita lain??
Tahukah siapa yang kau sakiti..
Ketika seorang wanita yang selalu mengambil beban dipundakmu.. mendukung langkahmu.. dan membuatmu tersenyum..
tetapi kau balas dengan hanya membagikan bebanmu.. menjauhkan langkahmu darinya.. dan membuatnya menangis?
Tahukah kau? Sadarkah kau kepada siapa kau menyakiti??
Tak hanya wanita itu yang kau lukai..
Tetapi juga ibumu..
Ibu yang selama ini merawatmu.. membesarkanmu..
dan mengajarkanmu cara menghargai wanita
Ibumu yang akan kau lukai..
seorang wanita yang dengan hatinya yang tulus membesarkanmu..
yang dengan kesabarannya menjagamu..
yang dengan kedua lengannya menuntunmu
yang dengan senyum dan langkahnya terselip dan terlantun doa hanya untukmu..
Untuk seorang anak yang akan menjadi lelaki gagah..
lelaki yang bertanggung jawab,, dan
lelaki yang akan menghargai kaumnya, seorang wanita//
lelaki yang segenap hatinya yang tulus menyayangi..
memikul tanggung jawab.. kuat menanggung beban.. dan senantiasa menghargai wanita..
Mencintai dengan tulus ibu dari anak-anaknya..
Tak pernahkah kau tahu??
Siapa yang sebenarnya kau sakiti?!!
Ketika seorang wanita yang tulus memberikan hatinya padamu..
dan kau balas dengan pengkhinatan?
Tahukah kau.. siapa yang kau sakiti..
Ketika seorang wanita yang setia menunggumu dengan sabar..
tapi kau balas dengan manyandingkan hatinya dengan hati wanita lain??
Tahukah siapa yang kau sakiti..
Ketika seorang wanita yang selalu mengambil beban dipundakmu.. mendukung langkahmu.. dan membuatmu tersenyum..
tetapi kau balas dengan hanya membagikan bebanmu.. menjauhkan langkahmu darinya.. dan membuatnya menangis?
Tahukah kau? Sadarkah kau kepada siapa kau menyakiti??
Tak hanya wanita itu yang kau lukai..Tetapi juga ibumu..
Ibu yang selama ini merawatmu.. membesarkanmu..
dan mengajarkanmu cara menghargai wanita
Ibumu yang akan kau lukai..
seorang wanita yang dengan hatinya yang tulus membesarkanmu..
yang dengan kesabarannya menjagamu..
yang dengan kedua lengannya menuntunmu
yang dengan senyum dan langkahnya terselip dan terlantun doa hanya untukmu..
Untuk seorang anak yang akan menjadi lelaki gagah..
lelaki yang bertanggung jawab,, dan
lelaki yang akan menghargai kaumnya, seorang wanita//
lelaki yang segenap hatinya yang tulus menyayangi..
memikul tanggung jawab.. kuat menanggung beban.. dan senantiasa menghargai wanita..
Mencintai dengan tulus ibu dari anak-anaknya..
Tak pernahkah kau tahu??
Siapa yang sebenarnya kau sakiti?!!
Langganan:
Postingan (Atom)



